Wanita paruh baya itu menyebut, tanah tersebut dihibahkan oleh Atok Kopek dan Atok Kede. Dia menduga bahwa masalah lahan yang diperjualbelikan ke pihak perusahaan merupakan permainan mafia tanah.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
News Update
