get app
inews
Aa Text
Read Next : Polemik Selesai, Empat Pulau Kembali ke Pangkuan Aceh

Akademisi Apresiasi Capaian Konkret Presiden Prabowo: Ini Bukti Kerja, Bukan Sekadar Janji

Minggu, 26 Juli 2026 | 08:57 WIB
header img
Akademisi mengapresiasi capaian Presiden Prabowo, dari 108 masalah nasional tuntas, MBG, hilirisasi, hingga ketahanan pangan sebagai bukti kerja nyata. Foto ist

JAKARTA, iNewsDeliRaya.id - Sejumlah capaian konkret yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Senun, 20 Juli 2026, mendapatkan apresiasi dari kalangan akademisi. Presiden Prabowo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah menyelesaikan 108 masalah nasional sejak awal masa jabatan, sekaligus memaparkan sejumlah pencapaian bersejarah di bidang ekonomi, pangan, dan tata kelola kekayaan negara — sebuah paparan yang dinilai kalangan akademisi sebagai bukti nyata bahwa pemerintahan Prabowo bekerja dengan hasil terukur, bukan sekadar retorika.

Dr. Isthifa Kemal, M.Pd, akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), menilai paparan Presiden dalam sidang kabinet tersebut memperlihatkan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil. Dari perspektif akademisi bidang pendidikan, Dr. Isthifa menyoroti bahwa capaian-capaian yang disampaikan Presiden bukan hanya soal angka pembangunan, tetapi menyangkut fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

"Presiden tidak sekadar berbicara harapan, tetapi menyampaikan angka konkret. 108 masalah nasional yang tuntas dalam kurang dari dua tahun bukan angka yang bisa dianggap enteng. Ini bukti bahwa pemerintahan Prabowo tidak menghabiskan waktu untuk sekadar janji, tetapi bekerja menghasilkan output yang bisa diukur dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Dr. Isthifa Kemal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/7).

Dr Isthifa secara khusus menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat sampai akhir 2026. Menurutnya, MBG bukan sekadar program pangan, melainkan program pembangunan sumber daya manusia paling fundamental.

"Anak yang tercukupi gizinya akan lebih siap menerima pembelajaran dan tumbuh menjadi generasi produktif. Ketika Presiden menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, beliau sedang meletakkan fondasi paling penting untuk Indonesia Emas 2045. Ini investasi jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa," jelasnya.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut