Pemulihan Pascabanjir Bandang 2025, Gabema dan TNI AL–US Navy Tanam 10 Ribu Mangrove di Tapteng
SIBOLGA, iNewsDeliRaya.id - Keluarga Besar Masyarakat Gabema Tapanuli Tengah–Sibolga (Gabema) bersama TNI AL, US Navy, dan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Barat, Muara Siput Labuan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/7).
Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Mangrove Internasional ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir setelah banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah pada 25 November 2025.
Penanaman mangrove turut dihadiri perwakilan sejumlah negara, jajaran TNI AL, TNI AD, Polri, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menanam Mangrove, Memperkuat Hubungan Kemanusiaan
Staf Komandan Pacific Partnership 2026, Jannet, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan kemanusiaan antarnegara.
"Hari ini intinya bukan hanya menanam pohon untuk melindungi lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga hubungan baik dalam jangka panjang. Kami bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini sebagai satu tim," ujarnya.
Pacific Partnership merupakan misi bantuan kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana tahunan terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik. Program ini lahir pascatsunami 2004 dan kini memasuki penyelenggaraan ke-22 dengan berbagai kegiatan di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Wujud Kepedulian terhadap Kampung Halaman
Sekretaris Gabema Tapteng–Sibolga, Dani Hatrin Tampubolon, mengatakan penanaman 10.000 mangrove merupakan program pelestarian lingkungan yang telah lama direncanakan.
"Ini bentuk kepedulian kami sebagai perantau asal Tapanuli Tengah dan Sibolga. Melalui program ini kami ingin ikut menjaga kelestarian alam di kampung halaman," katanya.
Menurut Dani, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi lingkungan dengan melibatkan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan agar memiliki kepedulian terhadap ekosistem pesisir sejak dini.
Ia menambahkan, Gabema bersama IKAMA Matauli sebelumnya juga aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah pegunungan maupun pesisir.
Mangrove Benteng Alami Pantai
Mayjen TNI (Purn) Asrobudi mengajak para pelajar menanam mangrove dengan penuh kesungguhan karena memiliki manfaat besar bagi masa depan.
"Selain menanam mangrove, kita juga menanam harapan. Mangrove merupakan benteng alami yang menjaga garis pantai dari abrasi. Apa yang kita lakukan hari ini akan memberikan manfaat di masa mendatang," ujarnya.
Melalui penanaman 10.000 bibit mangrove ini, para peserta berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian pesisir Tapanuli Tengah–Sibolga semakin meningkat sekaligus mengurangi risiko abrasi di masa depan.
Editor : Suriya Mohamad Said