Tragis! Remaja Hanyut di Sungai Sei Belawan Ditemukan Meninggal Usai Dua Hari Pencarian Intensif
MEDAN, iNewsDeliRaya.id – Duka menyelimuti warga Kecamatan Medan Tuntungan setelah seorang remaja, Muhammad Riski, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Sei Belawan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (15/4/2026) pagi.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Posko Siaga Bencana BPBD Kota Medan menerima laporan adanya seorang warga yang hilang terseret arus sungai di kawasan Jalan Seroja Raya, Lingkungan VII, Kelurahan Tanjung Selamat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui mandi di sungai dengan maksud menyeberang. Namun nahas, korban yang tidak memiliki kemampuan berenang terjebak di tengah arus deras yang saat itu tengah pasang. Dalam hitungan menit, tubuhnya tenggelam dan terseret aliran Sungai Sei Belawan.
Laporan kejadian disampaikan oleh pihak kelurahan setempat, yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Kota Medan bersama unsur terkait.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, perangkat kelurahan, hingga warga setempat segera melakukan pencarian intensif sejak hari pertama kejadian. Upaya penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai dengan harapan korban segera ditemukan.
Setelah dua hari pencarian tanpa henti, korban akhirnya ditemukan pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 07.45 WIB di sekitar Jembatan Tanjung Selamat atau yang dikenal warga sebagai Pantai Bokek.
Namun, harapan keluarga untuk menemukan korban dalam keadaan selamat pupus. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Jalan Bunga Mawar No. 2, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru. Rencananya, korban akan disemayamkan pada pukul 10.00 WIB sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Pihak BPBD Kota Medan menyampaikan turut berduka cita atas kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi air sedang pasang.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya arus sungai yang kerap terlihat tenang, namun menyimpan risiko mematikan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang.
Editor : Sadam Husin