Sedih, Tak Mampu Bayar Biaya Operasi Tertahan di Rumah Sakit Delima

MEDAN, iNewsDeliraya.id- Zunaidi (56) yang tinggal mengontrak rumah di Komplek BTN Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, terpaksa masih tertahan di RS Delima Simpang Martubung pasca operasi pada kaki sebelah kirinya. Rabu (19/3).
Pasalnya, korban yang sehari-hari bekerja sebagai Satpam di PT LJR Aliong dikawasan Jalan Yos Sudarso KM 13 Martubung Kecamatan Medan Labuhan, tak sanggup untuk melunasi biaya operasi dan biaya perawatan/kamar kurang lebih sebesar Rp. 60.000.000,-.
Zunaidi, ketika ditemui wartawan, diruang perawatan Lantai III No. 303, didampingi istrinya Samaiyah S. Ag (55) mengatakan, pihaknya hanya mampu membayara biaya operasi sebesar Rp. 20.000.000,- dan tak mampu melunasi kekuarangan sebesar Rp. 40.000.000,- .
"Saya mengalami kecelakaan kerja pada Kamis (6/3) dilokasi kerja, karena ada ban truk meledak hingga menghantam kaki sebelah kiriku sampai patah, aku sempat pingsan di lokasi dan tersadar saat berada di RS, " ucap istri pasien Zunaidi, Samaiyah kepada wartawan.
Selanjutnya. Pihak perusahaan tempat suaminya bekerja, kata Samaiyah hanya memberikan bantuan Rp. 15.000.000,- , sedangkan pihak Outsourcing memberikan bantuan Rp. 6.000.000,- saja, itupun uang gaji dan THR suaminya.
"Suamiku tidak didaftarkan mereka ke BPJS ketenagakerjaan, disini suamiku sebagai pasien umum dan sekarang pihak perusahaan dan Outsourcing tidak lagi datang dan menghubungi kami, suamiku sudah 13 hari menginap di RS ini setelah di operasi". Jelasnya.
Sementara itu pihak RS Delima melalui kasir Zulpani ketika di konfirmasi membenarkan pasien bernama Zunaidi masih belum melunasi biaya operasi hingga belum diperkenankan untuk pulang.
"Benar pak, kami sudah memberikan solusi kepada keluarga pasien untuk menghubungi keluarga atau pihak donateur/yayasan untuk membantu mereka, " pungkasnya.
Editor : Sadam Husin